|

Crayonpedia for Nation


Suatu hari, saya chating sebentar dengan Haji Budhiana, kini ia adalah pemred HU Pikiran Rakyat. Beliau tanpa diduga mengundang saya untuk mampir ke situs www.crayonpedia.org. Ketika membuka situs ini, saya terpana. Apalagi ketika Haji Budhiana mengirimkan artikel seputar filosofi crayonpedia ke alamat e-mail saya di yahoo.com. Wah, hebat betul gagasannya.


.
Saya tak mempedulikan tampilan situs crayonpedia yang menggunakan engine mirip dengan wikipedia. Tapi, isi dan gagasan yang ditawarkan situs milik komunitas Crayon Salman ITB ini sangat dahsyat dampaknya bagi kecerdasan bangsa. Tak berlebihan jika Haji Budhiana menulis dalam artikelnya kalimat “from Salman for nation”. Artinya, dari Yayasan Salman untuk bangsa. Mereka menempatkan diri sebagai produsen sekaligus konsumen informasi. Istilah kerennya menjadi prosumen.

Situs ini digagas oleh komunitas Crayon (Create Your Own News) yang tak hanya menghadirkan news, tapi ensiklopedia pendidikan. Kurikulum, materi pembelajaran, dan pengetahuan dari para pakar bisa diunduh Guru dari pelbagai pelosok. Tanpa ada sekat jarak. Guru pedalaman dan perkotaan bisa memperoleh materi pembelajaran secara gratis dari dunia maya. Kesenjangan informasi pun dengan ini tertanggulangi.

Hebatnya lagi, guru juga tak sekadar menjadi downloader. Tapi, menjadi uploader sekaligus. Mereka bisa menuliskan pengalaman dan pengetahuannya seputar pendidikan. Dan, karya tulisnya itu akan dibaca oleh ratusan, bahkan ribuan orang. Anak didik pun akan memperoleh wawasan baru dan segar dari para guru. Sebab, segala metode dan materi pembelajaran yang atraktif dan teknologis bisa didapatkan ketika dirinya membuka laman www.crayonpedia.org.

Misi pencerdasan anak-anak Indonesia yang diusung komunitas Crayon, Salman ITB ini memang besar manfaatnya bagi Guru. Maka, tingkat “kemelekan” terhadap Information and Comunication Technology pada setiap Guru di Indonesia kemutlakan tak nisbi. Agar misi suci dari lorong maya mesjid (cybermosque) Salman ini memiliki daya dobrak bagi kemelempeman dunia pendidikan kita.

Maka, pelatihan guru se-Jawa Barat harus segera direalisasikan demi merealisasikan cita-cita agung education for all di tubuh bangsa. Pencerdasan bangsa (masyarakat, guru, dosen, siswa, mahasiswa) ini akan menghantarkan cemerlangnya peradaban kita ke depan. Dengan hadirnya www.crayonpedia.org, kemampuan mendidik guru Indonesia jadi setingkat dengan guru-guru luar negeri. Sebab, akan ada para pakar pendidikan, mahasiswa, ilmuwan, dan guru di luar negeri menuliskan pengalaman dan pengetahuan di crayonpedia.

Andai ayah saya masih hidup, informasi ini akan saya sampaikan segera. Karena beliau adalah seorang pendidik, guru, dan pahlawan tak bertanda jasa. Dulu, seperti diungkapkan oleh ibu saya, beliau selalu mengajar pelajaran sejarah dengan gaya bercerita yang memukau. Sampai-sampai ibu saya (muridnya) menangis terharu dengan kisah perjuangan bangsa ini. Mungkin, kalau beliau masih hidup akan mengajarkan pelajaran sejarah lewat permainan peran. Ada murid yang menjadi pejuang kemerdekaan. Sisanya, menjadi penjajah Belanda.

Di alam khayal saya sempat terbesit. Seorang guru, misalnya, minggu depan harus mengajar pelajaran Biologi. Ia tidak mempunyai begitu banyak referensi, karena harga buku mahal. Untung bertemu dengan saya yang sedang pulang kampung. Waktu itu saya menceritakan tentang situs crayonpedia. Dan, dengan berbekal notebook yang terkoneksi ke internet, situs itu dibuka bersama-sama.

Ia terkejut. Wah, materi pelajaran biologi komplit disajikan di situs ini. Saya ajarkan cara mengunduhnya. Dan, ia pun tanpa kesulitan berhasil mengunduh materi atraktif mata pelajaran biologi. Dengan sumringah, sang guru itu pun berpamitan kepada saya. Sebab, ia harus memasukkan file ke dalam komputer sekolah.
Sayangnya lamunan itu buyar. Ternyata harga yang tertera di billing server warnet sudah mencapai Rp. 12.400. Sial, coba harga aksesnya murah. Syukur-syukur gratis. Saya bisa asyik mengunduh dan meng-upload konten di situs www.crayonpedia.org setenang-tenangnya. Ah, itu hanya lamunan saja. Coba kalau nyata. Bangsa ini akan tersenyum lebar karena melihat kreativitas guru di Indonesia yang hebat dan dahsyat.

Hidup crayonpedia. Selamat berjuang buat kaum muda di Komunitas Crayon Salman ITB. Cybermosque-nya memang ide dan gagasan yang cemerlang dan membutuhkan konsistensi membangun jaringan sosial (social networking). Dengan guru, dosen, mahasiswa, dan ilmuwan di seluruh Indonesia dan di luar negeri. Itulah kolaborasi pendidikan di dunia maya untuk melahirkan seorang produsen dan konsumen (prosumen)! 

Oleh: Sukron Abdilah, Pemimpin Redaksi Kabar Muhammadiyah.

Dipublikasikan Kabar Muhammadiyah Pukul: 1:25 am. Pada Kategori: . . Silakan Berkomentar

0 comments for "Crayonpedia for Nation"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added