|

Hamka Sang Penulis Produktif


Siapa pun tak asing dengan tafsir Al-Azhar. Tafsir ini diselesaikan seorang tokoh kelahiran Kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, pada 16 Februari 1908. Tokoh ini dikenal sebagai ulama pejuang yang teguh memegang prinsip Islam. Pada 24 Juli 1981, tokoh ini meninggal dunia. Tokoh yang dimaksud tak lain adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Hamka.

Usia Hamka tak lebih dari 75 tahun. Hamka yang kokoh di jalan dakwah ini tak sekedar berbicara dari mimbar ke mimbar. Pelbagai karya tulis beliau begitu melimpah. Keluasan ilmunya bisa dikatakan mengagumkan.  Tak hanya persoalan agama, juga menulis tentang politik, sejarah, dan budaya. Buku-buku yang ditulis meliputi karya sastra berupa roman/novel. Roman pertamanya berjudul Si Sabariah. Karya-karya tulis beliau seakan-akan melampau usianya. Konon karya yang dibukukan lebih dari 100 buku.

Selain aktif di jalur keagamaan dan politik, Hamka memang menerjunkan diri sebagai seorang wartawan, penulis, dan editor. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa surat kabar, seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam, dan Seruan Muhammadiyah.

Pada tahun 1928, Hamka menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, ia bergulat dengan dunia editing dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makassar. Ia pernah juga menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, dan Gema Islam.

Aktivitas menulis Hamka mungkin memang terbantu ketika aktif di dunia jurnalistik. Jiwa menulis lah yang menggerakkan Hamka mengirim artikel ke harian Hindia Baroe ketika menginjak usia sekitar 17 tahun.  Beliau tak sekedar menulis, tapi juga beberapa kali menerbitkan majalah.

Produktivitas Hamka dalam menulis mungkin tak bisa dibayangkan. Buku-bukunya antara lain berjudul Tasawuf Modern, Lembaga Budi, Falsafah Hidup, Sejarah Umat Islam, Kenang-kenangan Hidup, dan Ayahku.

Dia juga menerbitkan roman/novel, antara lain berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaíbah, Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah. Dari beberapa buku dan roman/novel itu dapat dilihat betapa dahsyatnya beliau menulis.

Hendra Sugiantoro
Aktivis Pena Profetik Yogyakarta (suaramerdeka.com)

Dipublikasikan Kabar Muhammadiyah Pukul: 10:31 pm. Pada Kategori: . . Silakan Berkomentar

0 comments for "Hamka Sang Penulis Produktif"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added