|

Muhammadiyah Ranting Kuala Lumpur, Malaysia


Konsentrasi Muhammadiyah di luar negeri berbeda dengan di Indonesia. Di Luar negeri lebih  banyak berorientasi pengenalan. Dalam diskusi pengajian Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kuala Lumpur Sentral (PRIM-KLS) tanggal 18 April, Ustaz Muhammad Arifin Ismail menyampaikan makalah ilmiah yang berjudul, “Tantangan Kontemporer Umat Islam.”

Rencananya pengulas akan disampaikan oleh dua orang, tetapi Prof. Dr M. Jandra berhalangan hadir dan hanya Prof. Dr Susiknan Azhari saja yang memberi ulasan ringkas.

Ustaz Arifin menerangkan secara ilmiah dengan bersemangat tentang bahaya sekularisme, pluralisme dan liberalisme.

Prof. Susiknan meluruskan beberapa kekeliruan tentang Muhammadiyah, termasuk soal dugaan adanya liberalisme di tubuh anggota Muhammadiyah. Susiknan juga  membahas fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang haramnya rokok.

Tak lupa, Susiknan juga menyinggap masalah politik dan problem umat Islam.

Menurutnya, kegilaan umat Islam terhadap politik praktis kekuasaan juga menjadi penyebab lemahnya umat Islam termasuk di Indonesia. Seharusnya partai-partai Islam menjalin koalisi dan hubungan yang kukuh, tetapi malah saling menjatuhkan dan melemahkan, sehingga kemenangan partai Islam tidak mengurangi jumlah suara dalam partai sekuler, tetapi justru mengurangi jumlah suara dalam partai Islam yang lain.

Syahwat politik, menurut Prof. Siknan telah membuat energi umat Islam terkuras untuk tidak lagi fokus memikirkan masalah dakwah dan pendidikan sebagai asas kemajuan Umat.

Umat Islam juga sering dijadikan tumbal dan alat mencapai kekuasaan. Umat Islam ibarat pendorong mobil buruk, setelah mobil hidup yang mendorong ditinggalkan begitu saja.

Sebagaimana diketahui, konsentrasi Muhammadiyah di luar negeri tidak sama dengan yang ada di Indonesia. Tugas PRIM-KL masih banyak berorientasi kepada pengenalan.

“Banyak diantara kami yang dulunya tidak mengenal, anti bahkan memusuhi, sekarang menjadi anggota yang ‘militan’ dalam Muhammadiyah,” ujar salah seorang pengurus PRIM-KL.

Anggota PRIM-KLS yang baru mengenal Muhammadiyah telah dilakukan semacam upgrading seminggu sebelum itu, tentang apa dan bagaimananya organisasi dakwah ini. Upgrading yang semula untuk pengurus sekitar 15 orang saja, tetapi Alhamdulillah dihadiri sekitar 30-an orang.

Acara yang diikuti oleh persatuan pelajar Indonesia Universiti Malaya, keluarga dan juga beberapa orang Malaysia selaku anggota simpatisan PRIM-KLS di akhiri dengan doa.

Majelis yang dihadiri sekitar 80 orang itu mendoakan adik-adik UM yang akan mengikuti ujian minggu ini agar selalu diberikan kesuksesan dan tentunya harus diikuti dengan belajar yang rajin dan bersungguh-sungguh oleh adik-adik itu. [kiriman Afriadi Sanusi, Pengurus Muhammadiyah Malaysia/hidayatullah.com]

Dipublikasikan Kabar Muhammadiyah Pukul: 10:22 pm. Pada Kategori: , . . Silakan Berkomentar

0 comments for "Muhammadiyah Ranting Kuala Lumpur, Malaysia"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added